Sat. Jan 22nd, 2022
Mengetahui Gangguan Pencernaan Anak

Kemampuan anak dalam mencerna makanan yang ia konsumsi masih dalam tahap perkembangan serta belum sempurna terlebih pada anak yang masih berusia bayi. Kondisi tersebut menyebabkan bayi maupun anak begitu rentan terhadap bermacam permasalahan di bidang pencernaan. Karena itulah orang tua wajib mengetahui apa-apa saja termasuk gangguan pencernaan yang kerap terjadi.

Pasalnya tak jarang orang tua justru mengabaikan kondisi tak biasa pada buah hati mereka. Hal ini terjadi lantaran minimnya pengetahuan yang diketahui ayah maupun ibu. Padahal kondisi tersebut cukup berbahaya dan dapat mengganggu tumbuh kembang si kecil.

Jenis gangguan pencernaan yang terjadi pada anak maupun bayi

Meskipun kerap terjadi, gangguan pencernaan anak sulit orang tua ketahui terlebih pada anak yang masih bayi. Hal tersebut lantaran ia masih belum mampu berbicara serta hanya bereaksi melalui tangisannya saja. Berikut ini terdapat sejumlah gangguan dalam organ pencernaan yang kerap terjadi pada anak maupun bayi.

  1. Diare

Perlu orang tua ketahui, keadaan usus pada bayi yang masih lemah menyebabkan makanan yang masuk di dalam perut tak dapat dicerna usu tersebut. Kondisi inilah yang dapat menganggu pergerakan dalam usus dan menyebabkan terjadinya diare. Tak hanya terganggunya gerakan pada usus, adanya rotavirus yang masuk dalam tubuh bayi juga dapat menyebabkan permasalahan diare. Apabila anak Anda mengalami permasalahan diare lakukan pertolongan pertama atau membawanya ke dokter.

  1. Muntah sebagai akibat dari asam lambung

Rupanya muntah atau lebih sering kita kenal dengan istilah gumoh dapat menjadi pertanda adanya kelainan atau malah tidak. Jenis gangguan pencernaan yang kerap terjadi pada anak maupun bayi adalah RGE atau refluks gastoesofagus. Ini merupakan kondisi di mana kembalinya isi dalam lambung menuju kerongkongan serta dapat terus keluar melalui mulitnya.

Hingga bayi berusia 1 tahun, kondisi RGE termasuk normal selama si kecil tak menolak untuk meminum susu serta berat badan pada bayi tetap sesuai berdasarkan usianya. Apabila kebalikannya, orang tua perlu melakukan pemeriksaan yang lebih lanjut. Sementara itu apabila permasalahan muntah terus terjadi pada anak kerap disebabkan oleh refluks dalam asam lambung atau kerap disebut GERD yakni gastroesophageal reflux disease.

Pada usia anak-anak, otot yang berada di ujung kerongkongan seringkali belum terbilang cukup kuat. Hal inilah yang membuat refluks asam terjadi lebih sering kepada anak-anak jika dibandingkan dengan orang yang sudah dewasa.

  1. Masalah sembelit

Gangguan dalam pencernaan yang bisa terjadi pada anak selanjutnya yakni sembelit. Penyebab paling sering sembelit yaitu kurangnya minum, asupan serat hingga peralihan ASI menjadi MPASI. Dalam sejumlah kasus, sembelit dapat terjadi karena kondisi medis sehingga mempengaruhi usus maupun obat-obatan tertentu.

Dengan mengetahui gangguan pencernaan yang terjadi pada anak, orang tua bisa mencegah permasalahan tersebut sehingga tidak menganggu tumbuh kembangnya.

By admin